Selasa, 07 Agustus 2012

PAMER KESUKSESAN DISAAT LEBARAN


Semua orang membutuhkan materi. Tanpa materi kehidupan realistis tidak bisa berjalan. Makan, minum, tempat tinggal, kendaraan, dan lain-lain, semua merupakan kebutuhan yang tidak terlepas dari materi. Tetapi kita akan membahas lebih jauh tentang arti sebuah kesuksesan. Apa sebenarnya kesuksesan itu..?? Banyak orang yang menyandingkan kesuksesan dengan tolak ukur materi. Padahal, apabila hari ini bisa jauh lebih baik dari hari kemarin, itu sudah merupakan sukses. Hari depan yang jauh lebih baik dari hari ini, juga merupakan kesuksesan. Sukses artinya bertumbuh, dan tidak staknasi. Bertumbuh menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, itulah yang disebut sukses. Pertumbuhan itu bisa berupa; materi, pengetahuan, karakter, sikap, ide, dan lain-lain, yang intinya semakin baik dari waktu ke waktu.
Penyimpangan dari pola pikir tersebut dapat kita amati dan justru kita sering melihat sendiri disekitar kita sewaktu Hari Raya Idul Fitri. Orang-orang menganggap mereka yang merantau dan membawa bergelimang materi adalah orang sukses.
Mereka yang sukses dan berlimpah materi, memperlihatkan gengsi sebagai ekspresi wah, dan menganggap semuanya.Saya mengamati mudik sudah menjadi gaya hidup kelas menengah kota yang berasal dari daerah an pedesaan. Pada masyarakat pedesaan, pamer keberhasilan banyak ditunjukkan dengan banyaknya materi yang dimiliki, seperti mudik dengan membawa kendaraan sendiri dan menyumbang kepada keluarga atau masjid di kampung halaman,
Sementara itu, untuk menjalin silaturahmi masyarakat perkotaan memiliki trend baru yakni mengadakan reuni dengan teman-teman sekolah atau kuliahnya. Reuni juga menjadi ajang pamer keberhasilan dengan menunjukkan jabatan atau pangkat. libur Idul Fitri dan mudik Lebaran di Indonesia tidak hanya didominasi penganut agama Islam. Hal itu memungkinkan karena dalam sebuah keluarga besar seringkali menganut agama yang berbeda satu sama lain. Yang jelas makna mudik sebagai ajang silaturahmi seringkali terabaikan hal inilah yang dapat menghilangkan makna silaturahmi sebenarnya. Aksi pulang kampung ini tak ubahnya menonjolkan gengsi dan pamer berbalut silaturahmi. Mudah-mudahan pada lebaran tahun ini dan seterusnya tidak demikian.

" SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar